Sejarah

Jayalah SMP 1 Kokap … Jangan ragu untuk bersaing … Meskipun tempat kita di gunung, pastikanlah prestasi kita menggunung …

2
SEJARAH BERDIRINYA SMPN 1 KOKAP

About Us

Atas dasar  pertimbangan bahwa Kokap adalah tempat terpencil jauh dari tempat yang ramai, perhubungan keluar sulit, lagi pula rakyat kurang mampu membiayai  pondokan anak-anak bila bersekolah, maka dipandang perlu bahwa di Kokap perlu didirikan Pendidikan Tingkat SLP.

            Dengan dasar pertimbangan tersebut diatas, maka timbullah inisiatif dari orang-orang yang berpartisipasi dalam pendidikan berniat merintis terwujudnya apa yang terkandung dalam pikiranya , yakni terwujudnya Pendidikan SLP.  Kemudian mereka mengadakan pertemuan dengan instansi setempat dan para pemuka masyarakat.  Dalam musyawarah mereka itu menelorkan bahwa di Kokap segera perlu didirikan SLP yang mereka pilih bentuk Pendidikan Umum yaitu SMP.

            Tokoh inisiatif pendiri SMP di Kokap yaitu bapak Drs. Jamal, salah seorang  guru SR di Kokap pada saat itu.  Tokoh-tokoh lain Bapak Penewu Kapanewon Kokap pada waktu itu ialah Bapak Suwondo dari Bendungan, Bapak Kepala Japen Kokap Bapak Supandi dari Jombokan, Bapak Polisi Pagar Praja R. Sukardi dari Pendem, Kecamatan Pengasih. Tokoh-tokoh ini disponsori dan didukung dengan kuat oleh Beliau Bapak Jayaong Wasito, Kepala IPDA, Kabupaten Kulon Progo waktu itu.

            Langkah usaha para tokoh tersebut mengumpulkan 5 orang Lurah Desa Kapanewon Kokap, Lurah Desa Hargorejo, Hargomulyo, Kalirejo, Hargowilis, dan Hargotirto. Dalam diskusi dan simulasi mereka, akhirnya tercipta SMP. Sekolah yang didirikan itu diberi nam sesuai dengan 5 Kalurahan tersebut, yaitu “SMP PANCA DAYA” Kokap Kulon Progo. Panca mempunyai makna lima (Lima Kalurahan), Daya mempunyai makna persetujuan dari masyarakat lima kalurahan. Dengan demikian lahirlah secara resmi SMP Panca Daya Kokap yang mendapat persetujuan Pemerintah sejak 1 Agustus 1957.

            Mengingat kebutuhan kemajuan Pendidikan Generasi Penerus Kokap, maka SMP Panca Daya Kokap mendapat sambutan hangat dari seluruh lapisan masyarakat. Apalagi Kokap jauh dari Wates, transport sulit, maka membanjirlah siswa baru setiap tahun ajaran baru. Ini berarti rakyat telah sadar dan penuh partisipasi terhadap adanya SMP Panca Daya.

            Tahun 1957 berdiri SMP Panca Daya Kokap. Penanggung jawab secara otomatis Bapak Panewu sebagai ketua pengurusnya. Dalam usahanya pengurus dibantu oleh 5 orang Lurah, sedang Lurah dibantu para Kepala Dukuh, dan para tokoh masyarakat.

            Prasarana pendidikan dipikul oleh persatuan wali murid dan guru (POMG) juga berasal dari para donatur. Prasarana pendidikan secara darurat. Gedung sekolah menyewa rumah mili Bapak SIswo Hardoyo 2 lokal, local yang lain hanya menumpang pada rumah rakyat yang lain. Bahkan pernah di Pendopo Kapanewon Kokap, di Kehutanan Kokap, pernah pula tidak mendapat tempat.

            Berdiri pertama 3 kelas, 5 orang guru, 2 tenaga TU, 1 orang pesuruh.  Meja panjang dari kayu abasiah untuk siswa 20 buah, tak ada meja guru, tak ada almari sekolah, hanya ada satu rak dari bamboo.  Wah pokoknya hidup SMP.  Panca Daya sangat ngeri dan nyaris.  Hidupnya men galami pasang surut, penuh hambatan.  Butuh masalah tempat, entah guru, pokoknya penuh dengan entah.  Guru/TU hampir-hampir tak ada honorarium, kerapkali bahkan tak menerima, karena hidupnya demi sekolah.  Tetapi para tokoh dan Pembina tak mudah hilang harapan, biarpun tak pernah ada honorarium atau komisi.  Semua H perjuangan diabdikan kepada masyarakat demi tercapainya idaman masyarakat Kokap, ingin memiliki SMP Negeri.

            Perkembangan makin hari makin membaik, kemudian memiliki tanah.  Di atas sebidang tanah itu didirikan satu lokasi gedung dengan atap daun kelapa.  Sedang tenaga penggali tempat gedung sekolah adalah tenaga siswa bersama guru.  Lama kelamaan terus berkembang , Bapak Hadiwiyoto berusaha keras sehingga SMP Panca Daya menjadi Perbantuan pada tahun 1961. Hasil ujian sebagai berikut:

A. Panca Daya

  1. Ujian pertama berhasil 37% tahun 1960
  2. Ujian kedua berhasil 54% tahun 1961
  3. Ujian ketiga berhasil 62,5% tahun 1962
  4. Ujian keempat berhasil 69% tahun 1963
  5. Ujian kelima berhasil 76% tahun 1964
  6. Ujian keenam berhasil 82% tahun 1965
  7. Ujian ketujuh berhasil  85% tahun 1966
  8. Ujian kedelapan berhasil 92,5% tahun 1967
  9. Ujian kesembilan berhasil 96% tahun 1968

B. SMP Negeri

  1. Ujian kesepuluh berhasil 100% tahun 1969
  2. Ujian kesebelas berhasil 94 % tahun 1970
  3. Ujian keduabelas berhasil 94% tahun 1971
  4. Ujian ketigabelas berhasil 94% tahun 1972
  5. Ujian keempatbelas berhasil 94% tahun 1973
  6. Ujian kelimabelas berhasil 95% tahun 1974
  7. Ujian keenambelas berhasil 96% tahun 1975
  8. Ujian ketujuhbelas berhasil 96% tahun 1976
  9. Ujian kedelapanbelas berhasil 100% tahun 1977

EX SMP Kokap kebanyakan menjadi guru, dari guru TK, SD, SMP,SLA, bahkan telah ada yang menjadi dosen pada universitas.  Menurut  pengetahuan penyusun, ex SMP Kokap berintegrasi dalam masyarakat.

Dalam lomba HARPENAS maupun kegiatan OSIS,  SMP Negeri  Kokap telah banyak membawa kemenangan dalam bidang olah raga, kepramukaan , kesenian, karang-mengarang, mading, MTQ, cerdas tangkas siswa teladan, dsb. Untuk akhir-akhir tahun ini SMP Negeri Kokap memenangkan:

  1. Mengarang bahasa daerah : juara pertama DIY, dengan piala medali emas.
  2. Mading : juara kedua DIY, dengan piala medali perak.
  3. Mengarang bahasa Indonesia : juara tiga DIY, dengan hadiah piala perunggu.
  4. Kesenian daerah : juara ketiga DIY dengan medali perunggu.
  5. Kur/paduan suara (vokal) : juara ketiga DIY.
  6. Mengarang : juara pertama di Gajah Mada
  7. Mengarang : tahun 1978 menggondol piala PUSKESMAS Kokap I & II.

Demikian gambaran hasil yang telah dicapai oleh SMP Kokap dengan fasilitas yang serba minimal, bahkan sering minus dalam hal pembiayaan.

Biara alat kurang, biaya kurang sekali, gedugn sekolah kurang banyak, lapngan olah raga belum memadai, namun demikian pendidikan tetap berjala lancardan baik (Runing-well). Ini merupakan bukti bahwa kita sebagai pengemban tugas pendidikan bekerja optimal,   apa yang dibebankan kepada pundak para karyawan SMP Kokap.  Secara kronologis kurang lebih beginilah perkembangan SMP Panca Daya Kokap.

  1. SMP Panca Daya berdiri pada 1 agustus 1957
  2. SMP Panca daya Berbantuan pada tahun 1961
  3. SMP Negeri Kokap Filial SMP Negeri II Wates tahun 1967
  4. SMP Negeri Kokap Manunggal pada 1 April 1977

Kesimpulan Penyusun: dengan manunggalnya SMP Negeri Kokap Filial  SMP Negeri II Wates menjadi SMP Negeri  Kokap di Kokap Kulon Progo, ini membuktikan berhasilnya usaha perjuangan para tokoh bersama masyarakat dan pemerintah.  Berarti pula tercapainya idaman rakyat Kokap yang telah mereka dambakan sejak 20 tahun yang telah lalu, akan memiliki SMP Negeri.

Harapan penyusun mudah-mudahan hari depan SMP Negeri Kokap hidup subur, biaya cukup, alat lengkap, guru lengkap, karyawan lengkap.  Ibarat orang yang ingin mempunyai rencana bertujuan pergi jauh, bila bekal yang dimiliki secara lahiriah maupun batiniah kuat  dan lengkap niscaya dapat meraih sasaran.

Harapan:                                                     

Penyusun mempunyai harapan untuk menuju langkah selanjutnya:                                                                                                 

  1. SMP Negeri Kokap mengharapkan segera terpenuhinya jumlah lokal sampai denga kelas yang ada. Jumlah lokal tahun 1973 10 kelas, gedung permanen dan PELITA baru  enam lokal.
  2. Segera mohon dilengkapinya fasilitas ….
  3. Berharap terwujudnya (Trap) dari beton menuju halaman gedung baru.
  4. Terhadap masyarakat Kokap mohon partisipasinya dalam penyelamatan/pemeliharaan gedung baru milik kita.
  5. Kepada wali murid mohon perhatian dan bantuan akan kemajuan belajar anak-anaknya.

Demikian dengan paparan yang serba singkat ini, dari penyusun berharap semoga bermanfaat dalam kita mengenang Riwayat kehidupan dan Penghidupan SMP Negeri Kokap selama berusia dwidasa warsa.